Khilya Muslimah
BARRU – Perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil.
Hal itu yang dilakukan Khilya Muslimah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas), melalui program edukasi kesehatan bagi anak-anak sekolah dasar di Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
Mengusung tema “Menanam Kebiasaan, Menuai Kesehatan: Penyuluhan dan Praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Paccekke”, kegiatan ini menyasar siswa SD 107 Barru di Dusun Paccekke dan SD 109 Barru di Dusun Kading.
Sebanyak 33 siswa mengikuti kegiatan yang dirancang bukan sekadar memberi teori, tetapi membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Sebelum kegiatan berjalan, Khilya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Kepala SD 107 Barru, Asri, menyambut baik program tersebut dan memberikan dukungan penuh.
Dukungan serupa juga diberikan pihak SD 109 Barru melalui Ibu Darti bersama jajaran guru yang membantu memfasilitasi kegiatan.
Pelaksanaan pertama berlangsung di SD 107 Barru pada Sabtu (18/7/2026), dengan 19 siswa kelas 1 hingga 5 sebagai peserta.
Kemudian kegiatan berlanjut di SD 109 Barru pada Jumat (31/7/2026), yang diikuti 14 siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya duduk mendengarkan materi.
Mereka diajak memahami bahwa perilaku sederhana seperti mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, dan memilih makanan sehat dapat menjadi benteng awal melawan berbagai penyakit.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa mengenai PHBS.
Setelah itu, Khilya menyampaikan materi dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak, mulai dari kebersihan diri, enam langkah cuci tangan pakai sabun, pola makan bergizi seimbang, penggunaan jamban sehat, aktivitas fisik, hingga menjaga lingkungan sekolah.
Agar suasana tidak monoton, edukasi dikemas melalui diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif.
Hasilnya, siswa terlihat antusias. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, hingga menceritakan kebiasaan hidup bersih yang sudah dilakukan di rumah maupun sekolah.
Puncak kegiatan dilakukan melalui praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Khilya memperagakan setiap tahapan, kemudian para siswa mengikuti gerakan tersebut secara bersama-sama.
Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami pentingnya mencuci tangan, tetapi juga memiliki keterampilan melakukan teknik yang benar.
Setelah sesi praktik, kegiatan ditutup dengan post-test dan kuis interaktif untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Suasana semakin meriah ketika para siswa berlomba menjawab pertanyaan seputar PHBS. Sebagai bentuk apresiasi, hadiah diberikan kepada peserta yang mampu menjawab dengan benar.
Khilya mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran anak-anak bahwa kesehatan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Justru kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup.
Secara keseluruhan, program edukasi PHBS tersebut berjalan lancar dengan dukungan pihak sekolah, guru, dan antusiasme para siswa.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi anak yang memahami pola hidup sehat, tetapi juga menjadi penyampai pesan kesehatan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Program tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Sebab membangun generasi sehat tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit.
Kadang, cukup dimulai dari satu kebiasaan kecil di halaman sekolah: mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan, dan peduli terhadap kesehatan diri sendiri. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
