Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 389 Lihat semua

Konawe Selatan, Katasulsel.com — Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara kembali bergerak. Pelan. Tapi pasti.

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi membuka Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1).

Izin itu bukan sekadar wacana. Sudah resmi.

Kementerian Agama menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025.

Dokumen penting itu diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si.

Momentum itu menjadi semacam “green light” bagi kampus yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di wilayah Konawe Selatan.

Bahasa populernya: kampus ini sedang “naik level”.

Kampus Lokal, Ambisi Global

Mardan tidak menutup-nutupi optimismenya.

Menurutnya, pembukaan Prodi Ekonomi Syariah bukan sekadar menambah daftar program studi.

Lebih dari itu.

Ini bagian dari strategi besar untuk menjawab kebutuhan zaman.

Ekonomi syariah saat ini bukan lagi sektor pinggiran. Dunia sedang bergerak ke sana. Perbankan syariah tumbuh. Industri halal berkembang. Ekonomi berbasis nilai agama semakin mendapat tempat.

Istilah kerennya: halal economy sedang booming.

“Kami ingin memastikan putra-putri Konawe Selatan tidak tertinggal dalam perkembangan ini,” kata Mardan.

Karena itu, seluruh perangkat kampus mulai disiapkan.

Dari ruang kelas. Laboratorium. Perpustakaan. Hingga tenaga pengajar.

Semua dipersiapkan untuk menyambut mahasiswa baru.

Bukan sekadar banyak.

Tetapi berkualitas.

Bukan Sekadar Kuliah

Mardan menegaskan satu hal.

Target kampus bukan hanya mengejar jumlah mahasiswa.

Tapi mencetak SDM unggul.

Istilah yang sering disebut dalam dunia pendidikan sekarang.

Mahasiswa yang bukan hanya pintar teori.

Tetapi juga punya integritas.

Punya karakter.

Dan tentu saja punya keahlian profesional di bidang ekonomi Islam.

“Kami ingin melahirkan kader intelektual yang mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Prospeknya juga luas.

Perbankan syariah.

Lembaga keuangan mikro syariah.

Industri halal.

Bahkan sektor kewirausahaan berbasis syariah.

Semua membuka peluang.

Kampus Daerah Tidak Mau Kalah

Selama ini banyak anak Konawe Selatan harus merantau jauh jika ingin kuliah.

Ke Kendari.

Makassar.

Bahkan ke Pulau Jawa.

Biayanya tidak kecil.

Transportasi.

Biaya hidup.

Belum lagi biaya kuliah.

Bagi sebagian keluarga, itu bukan perkara ringan.

Karena itu kehadiran Prodi Ekonomi Syariah di IAI Rawa Aopa menjadi semacam game changer.

Anak daerah bisa kuliah dekat rumah.

Biaya lebih terjangkau.

Kualitas tetap dijaga.

“Putra-putri daerah tidak perlu lagi jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel,” kata Mardan.

Pemerintah Daerah Turun Tangan

Langkah kampus ini ternyata tidak berjalan sendiri.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan ikut memberi dukungan penuh.

Bentuknya nyata.

Program UKT Setara.

Program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa.

Belum lama ini, Pemkab Konsel menandatangani Addendum Perjanjian Kerja Sama UKT Setara Tahun Anggaran 2026.

Acara itu berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari.

Sekretaris Daerah Konsel, Ichsan Porosi, hadir langsung mewakili pemerintah daerah.

Didampingi Asisten I Ivan Ardiansyah serta Kepala BKAD Marwiyah Tombili.

Dalam kerja sama itu, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 perguruan tinggi mitra.

Artinya mahasiswa di kampus tersebut juga berhak mendapatkan dukungan program bantuan pendidikan.

Investasi SDM

Sekda Konsel Ichsan Porosi menyebut program UKT Setara bukan sekadar bantuan biaya kuliah.

Lebih dari itu.

Ini adalah investasi masa depan daerah.

Pemerintah daerah ingin memastikan semua anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk kuliah.

Istilah populernya: equal opportunity.

Tidak boleh ada anak yang gagal kuliah hanya karena persoalan biaya.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Ichsan.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Semakin banyak sarjana.

Semakin kuat sumber daya manusia.

Semakin cepat daerah berkembang.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Model kerja sama seperti ini mulai banyak dilakukan di berbagai daerah.

Kampus tidak bisa berjalan sendiri.

Pemerintah daerah juga tidak bisa bekerja sendirian.

Harus ada kolaborasi.

Harus ada sinergi.

Dalam bahasa populer sekarang: triple helix pembangunan — pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

IAI Rawa Aopa mencoba mengambil peran itu.

Dengan membuka Prodi Ekonomi Syariah.

Sementara Pemkab Konsel memperkuat akses pendidikan melalui bantuan biaya kuliah.

Dua langkah ini berjalan searah.

Satu membangun kualitas akademik.

Satu lagi memastikan akses tetap terbuka bagi masyarakat.

Antusiasme Diprediksi Tinggi

Pihak kampus optimistis.

Program studi baru ini akan mendapat sambutan besar dari masyarakat.

Terutama generasi muda Konawe Selatan.

Apalagi tren ekonomi syariah sedang berkembang pesat.

Perbankan syariah tumbuh.

Industri halal makin besar.

Kebutuhan tenaga profesional di sektor ini juga meningkat.

Dalam istilah dunia pendidikan: high demand profession.

Karena itu sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dilakukan.

Informasi tentang pendaftaran mahasiswa baru terus disebarkan.

Kampus berharap semakin banyak generasi muda daerah yang tertarik melanjutkan pendidikan.

Masa Depan Dimulai dari Kampus

Pada akhirnya, pembangunan daerah selalu kembali pada satu hal.

Sumber daya manusia.

Jalan bisa dibangun.

Gedung bisa didirikan.

Tetapi tanpa SDM yang kuat, semua itu tidak akan maksimal.

Karena itu pendidikan tinggi menjadi kunci.

IAI Rawa Aopa mencoba mengambil bagian dalam misi besar itu.

Mencetak generasi baru.

Generasi yang memahami ekonomi modern.

Tetapi tetap berakar pada nilai-nilai syariah.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kampus ini bisa menjadi salah satu center of excellence pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara.

Langkahnya sudah dimulai.

Program studi baru sudah dibuka.

Pemerintah daerah sudah memberi dukungan.

Sekarang tinggal satu hal.

Mahasiswa baru datang.

Dan sejarah baru pendidikan di Konawe Selatan mulai ditulis. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.