Sidikalang, katasulsel.com — SMK Negeri 1 Sidikalang kembali mencuri perhatian. Sekolah kejuruan di Kabupaten Dairi itu sukses menempati peringkat pertama perolehan kursi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) untuk wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV.

Prestasi itu terasa makin istimewa karena mayoritas siswa yang lolos berasal dari keluarga petani dan kalangan ekonomi sederhana.

Pelaksana Tugas Kepala SMKN 1 Sidikalang, Lamtiur Sihomg, menyebut sekolahnya berhasil mengungguli sejumlah sekolah lain di wilayah Kabupaten Dairi, Karo, hingga Pakpak Bharat.

β€œUntuk lingkup Cabang Dinas Wilayah 4 Sumatera Utara, SMKN 1 Sidikalang juara 1 SNBT,” ujarnya.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Sebanyak 24 siswa lolos melalui jalur SNBT tahun ini. Sebelumnya, 17 siswa lebih dulu diterima lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Totalnya, 41 siswa berhasil mengamankan kursi PTN pada 2026.

Namun di balik angka itu, tersimpan kisah perjuangan yang menggetarkan.

Mayoritas siswa berasal dari desa-desa pelosok. Banyak yang tinggal di kos sederhana, memasak sendiri demi menghemat biaya hidup, hingga bertahan dengan keterbatasan ekonomi orang tua.

β€œKalau binaan SMKN 1 Sidikalang umumnya berasal dari keluarga menengah ke bawah. Anak petani dan kaum marginal,” kata Lamtiur.

Ia menyebut sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani. Jika pun ada yang berstatus ASN, kebanyakan hanya pegawai staf biasa.

Meski lahir dari keterbatasan, para siswa justru mampu menembus kampus negeri ternama. Di antaranya Asri Maria Sianturi, Agnes Sinurat, Sri Berkat Lina Sihombing, dan Yohana Marbun yang diterima di Universitas Negeri Medan.

Selain itu, Suci Selpian Pinem, Etry Elija Manik dan Juparo Abror Purba lolos ke Politeknik Pariwisata Medan.

Sementara Gita Gustana Tanjung dan Mekar Ursula Sihombing diterima di Universitas Palangka Raya.

Khusus di Unimed, jumlah siswa yang lolos mencapai 11 orang.

Lamtiur mengatakan pihak sekolah memang tidak memaksakan siswa mengejar kampus elite nasional yang membutuhkan biaya tinggi. Fokus utama mereka adalah memastikan anak-anak dari keluarga sederhana tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Menariknya, menurut dia, lulusan SMKN 1 Sidikalang justru kerap tampil unggul saat memasuki dunia kuliah. Sebab, banyak materi dasar seperti komputer, Bahasa Inggris, hingga akuntansi sudah mereka kuasai sejak di bangku SMK.

β€œKetika kuliah, itu bukan barang baru lagi bagi mereka. Mereka bisa melaju lebih depan,” katanya.

Bagi SMKN 1 Sidikalang, keberhasilan ini bukan sekadar angka kelulusan, melainkan bukti bahwa anak petani dari kampung pun mampu menembus perguruan tinggi negeri jika diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat.

Mengawal akurasi dan kedalaman berita