Perjuangan di Batas Soppeng dan Barru
SoppengOleh: Tipue Sultan MOBIL itu nyaris menyerah. Mesinnya masih hidup. Rodanya masih berputar. Tetapi tanjakan di depan terlalu berat. Terlalu curam. Terlalu licin. Mobil puskesmas keliling itu akhirnya berhenti. Diam. Tidak bergerak lagi. Saya melihat sopirnya, Udin, menarik napas panjang. Di depan kami, jalan tanah membelah perbukitan. Lebarnya hanya cukup untuk satu kendaraan. Di kiri […]
Tutup
